tetapan disosiasi suatu asam berbasa satu adalah 10 pangkat -7 .jika suatu larutan mempunyai ph 4 maka konsentrasinya adalah

Jawaban:

tetapan disosiasi suatu asam berbasa satu (Ka) adalah 10⁻⁷. jika suatu larutan mempunyai pH = 4. maka konsentrasinya adalah 10⁻¹ M.

Penyelesaian Soal :

Diketahui : Ka = 10⁻⁷

pH = 4

Ditanya : konsentrasi ?

Jawab :

  • Hitung konsentrasi dengan cara :

pH = 4 → [H⁺] = 10⁻⁴

[H⁺]² = Ka × Ma

(10⁻⁴)² = 10⁻⁷ × Ma

10⁻⁸ = 10⁻⁷ × Ma

Ma = 10⁻⁸ / 10⁻⁷

Ma = 10⁻¹ M

∴ Kesimpulan konsentrasi asam adalah 10⁻¹ M.

Pembahasan :  

pH (power of hydrogen)  

pH (power of hydrogen) digunakan untuk mengukur tingkat keasaman suatu zat. Range nilai pH adalah dari 0 hingga 14, namun ada pH yang berada di bawah nol dan lebih tinggi dari 14 yang disebut pH ekstrim. rumus pH:

pH = – log [H⁺]  

Rentang pH terdiri dari 3, yaitu:

  • pH < 7 = termasuk pH asam (asam kuat dan lemah)
  • pH = 7 = termasuk pH netral (garam bersifat kuat dari asam kuat dan basa kuat)
  • pH > 7 = termasuk pH basa (basa kuat dan lemah)

pOH  

pOH digunakan untuk mengukur tingkat kebasaan suatu zat yang bersifat basa. contoh yang bersifat basa adalah sabun. kebasaan suatu zat kimia yang bersifat basa dihitung menggunakan pOH yang harus diubah ke pH.

Rumus :

pOH = – log [OH⁻]  

pH = PKw – pOH  

     = 14 – pOH  

Perhitungan pH asam

Istilah asam berasal dari bahasa Latin “Acetum” yang berarti cuka, karena diketahui zat utama dalam cuka adalah asam asetat. secara umum asam yaitu zat yang berasa masam.

berikut ciri-ciri asam kuat:

  • Mengion sempurna (derajat ionisasi atau α bernilai 1)
  • pH-nya ditentukan dari konsentrasi larutan dan valensi asam (tentang valensi asam)
  • Dapat merusak kulit
  • Bersifat korosif
  • Semakin mendekati pH bernilai 1, maka dikatakan asam kuat
  • Terkecuali asam sulfat (H₂SO₄) dapat mengion sempurna pada konsentrasi yang sangat encer

Rumus menghitung asam kuat :

[H⁺] = a × Ma  

pH = – log [H⁺]  

Rumus menghitung asam lemah :

[H⁺] = √Ka × Ma  

pH = – log [H⁺]  

Keterangan : a = valensi asam

Ma = Konsentrasi asam

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Perhitungan pH basa

Basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Secara umum basa yaitu zat yang berasa pahit bersifat kaustik.

Sifat-sifat basa yaitu sebagai berikut :

  • Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit.
  • Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit.
  • Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru.
  • Dapat menghantarkan arus listrik
  • Dapat menetralkan asam

Rumus menghitung basa kuat :

[OH⁻] = b × Mb  

pOH = – log [OH⁻]  

pH = 14 – pOH  

Rumus menghitung basa lemah :

[OH⁻] = √Kb × Mb  

pOH = – log [OH⁻]  

pH = 14 – pOH  

Keterangan : b = valensi basa

Mb = Konsentrasi basa

Kb = tetapan ionisasi basa lemah

pH campuran asam dan basa

Perhitungan pH jenis ini tidak bisa direaksikan antara kedua spesi karena memiliki:

  • Jika asam, sama-sama memiliki ion proton (H+)
  • Jika basa, sama-sama memiliki ion hidroksida (OH-)

Akibatnya, kedua spesi tidak bisa bereaksi, namun perhitungan pH-nya menggunakan rumus:

[H⁺] = (V × M × valensi asam)₁ + (V × M × valensi asam)₂ / V total

[OH⁻] = (V × M × valensi basa)₁ + (V × M × valensi basa)₂ / V total

Bagikan Jawaban

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.