Apa yang di maksud dengan bernapas tapi tidak bernyawa

Jawaban:

Pengertian bernapas tapi tidak bernyawa ialah waktu subuh. Dimana waktu subuh memiliki keutamaan yang sangat besar.

Penjelasan

Dalam al quran tidak ada benda tidak bernyawa dinyatakan “bernafas” (hidup), kecuali waktu subuh. Dalam Islam, Waktu subuh mempunyai keutamaan menunaikan salat subuh yang mendatangkan pahala sangat besar dan mempunyai keberkahan yang luar biasa dibandingkan dengan waktu-waktu yang lainnya.

Rasulullah saw., bersabda “ Sesungguhnya salat yang paling berat bagi seorang munafik adalah salat isya dan subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalam surah at-Takwir, Allah bersumpah dengan waktu subuh. “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (QS at-Takwir [81]: 18).

Dalam tasyib yang dipahami oleh Mutawalli Sya’rawi yaitu analogi kedatangan agama Islam dengan waktu subuh. Subuh merupakan waktu dimulainya hari ketika cahaya matahari mulai bersinar. Udara segar yang sangat berguna bagi kesehatan manusia juga terdapat di waktu subuh. Kedatangan agama Islam memulai kehidupan baru, membasmi kejahiliyahan. Dengan Islam, kehidupan bisa dimulai kembali dan manusia bisa bernapas lega dengan bimbingan dan petunjuk Alquran.

Waktu subuh dipandang sebagai makhluk hidup karena bernapas (bernyawa)Karena bercahaya dan mengeluarkan udara segar. Kalau pada malam hari pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mengeluarkan racun (karbon dioksida), saat subuh (pagi hari), pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mengeluarkan oksigen alias udara pagi yang bersih dan sejuk.

Banyak keberkahan yang bisa didapatkan manusia di waktu subuh. Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “Allahumma barik li-ummati fi bukuriha” (Ya, Allah berikan keberkahan bagi umatku pada permulaan harinya.) (HR Abu Daud dan Thirmidzi).

Keberkahan waktu subuh itu berdimensi fisik dan nonfisik (spiritual). Dari sisi spiritual, dua rakaat shalat (sunah) fajar disebut oleh Nabi SAW, “lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR Muslim).

Bahkan setelah sholat subuh orang-orang terbaik dari generasi sahabat dan tabi’in (al-salaf al-shalih) tidak pernah tidur lagi. Mereka berzikir dan mengerjakan amalan sunnah lainnya hingga matahari terbit. Tak lama setelah itu, mereka melaksanakan shalat Dhuha, kemudian mereka memulai kerja dan aktivitas.

Dari sisi fisik (duniawi), keberkahan (napas) waktu subuh itu dikaitkan dengan kesehatan, kemajuan ekonomi, dan kesuksesan dalam hidup. Rasulullah SAW pernah mengingatkan Fatimah al-Zahra, putrinya, agar tidak tidur lagi setelah shalat Subuh. (HR Baihaqi).

Bagikan Jawaban

Leave a Reply